TEMPAT HIJAMAH, jangan;
1. Di tempat terbuka
2. Tepat di bawah blower AC
3. Terkena hembusan angin yang terlalu kuat
HINDARI HIJAMAH, terhadap orang yang …
1. Badannya terlalu panas atau dingin
- Jika dingin karena takut/aglophobia
- berikan sugesti, pemahaman islami tentang hijamah dan manfaatnya
- Jika panas/ suhu badan mencapai 39O C turunkan dahulu
- Terlalu lemah fisiknya berikan madu+ herba selama 1 minggu sebelumnya,
setelah itu lakukan hijamah secara bertahap
2. Terkena selesma kronis (flu akut)
berikan madu +herba dulu aja. Setelah berkurang, bisa di hijamah
3. Terlalu lapar atau terlalu kenyang, atur waktu makan 1-2 jam sebelum/ sesudahnya
di hijamah
4. Menjalani transfuse darah, donor atau cuci darah, lakukan hijamah setelah 48 jam
atau pada hari ketiga nya
5. Wanita haid atau nifas yang terlalu banyak mengeluarkan darah tunggu sampai tidak
terlalu banyak darah yang keluar (sebaiknya di tensi)
6. Anemia atau kekurangan darah berikan madu+ herba seminggu sebelumnya, setelah itu lakukan hijamah secara bertahap
7. HB terlalu rendah (dibawah 7,5), berikan madu +herba seminggu sebelumnya, setelah
itu lakukan hijamah secara bertahap
8. Darah terlalu cair berikan madu +herba seminggu sebelumnya, setelah itu lakukan
hijamah secara bertahap
9. Orang berpuasa syar’I diatas kira-kira jam 09.00, lihat kondisi dan mentalnya,
kalo kuat dan tidak dikhawatirkan merusak puasanya, bisa dilakukan hijamah secara
bertahap
WARNING!! LAKUKAN HIJAMAH SECARA BERTAHAP
a. Penderita hipotensi (tensi rendah) dengan penurunan 20 digit {tensi normal pada usia acak 120/80 atau 130/90}, berikan madu+ herba selama 1 minggu sebelumnya, setelah itu lakukan hijamah secara bertahap (1 titik dulu)
b.Begadang semalaman atau kurang tidur lakukan hijamah secara bertahap (1 titik dulu)
c. Kondisi fisiknya lemah sekali atau fitalitasnya disangsikan (1 titik dulu)
d. Penderita stroke pertama; 3 titik dibagian leher dan kepala, pekan berikutnya
bagian tangan, pekan berikutnya bagian kaki (atau sebaliknya)
e. Penderita asam urat bekam bagian ginjal terlebih dahulu, sepekan kemudian
baru bekam bekam didaerah yang sakit
KURANGI CUPPING
• Penderita kolesterol
• Hipertensi
• Usia lanjut yang kulitnya keriput
• Anak-anak, karena kulitnya masih rentan dan lembut
• Waqnita yang kulitnya terlalu lentur
JANGAN LAKUKAN PENYAYATAN TERHADAP;
• Penderita diabetes mellitus yang gula darahnya diatas kira-kira 300. namun yang paling adalah yang lukanya sulit sembuh
• Orang yang darahnya terlalu cair
• Bagian wajah, kecuali menggunakan surgigal no 11
• Penderita keloid
ALAT BEKAM, 1 ORANG 1
• Pisau bisturi/ jarum (lancet)
• Handglove
• Kasa steril
CUP /KOP DAN ALAT-ALAT LAIN YANG TIDAK B OLEH DIPERGUNAKAN UNTUK ORANG LAIN;
• Penderita hepatitis
• HIV dan AIDS
• Kecanduan narkoba
• Penyakit paru-paru
JANGAN GUNAKAN;
• SILET
• TISSUE
• KAPAS KECANTIKAN
PENANGAN EKSTRA HATI-HATI
• Penderita liver, terlebih liver epidemic
• Penderita tumor, apalagi kanker ganas. Jika tidak ahli dan tidak hati-hati dikawatirkan justru akan semakin menyebar dan kronis
Rabu, 02 Desember 2009
TITIK-TITIK HIJAMAH
Titik Permanent; ada 135 (Anatomi Hijamah, Ust. Kathur S & Ustz. Aminah)
9 titik hijamah bersumber dari Nabi SAW
Selebihnya merupakan Ijtihad (berdasarkan analisa anatomi patologi)
Titik Non-Permanent;
Titik-titik kanker, asam urat, bisul, benjolan, nyeri otot, koreng, gigitan binatang berbisa, penyumbatan pembuluh darah, dll
TITIK-TITIK LARANGAN UNTUK DI HIJAMAH
1 Pusat kelenjar limfe atau getah bening (nodi lymphatici) (6 tempat)
a. Nodi lymphatici cervicales, di leher samping bawah telinga, kanan-kiri
b. Nodi lymphatici axillares, di ketiak, kanan-kiri
c. Nodi lymphatici inguinales, di selangkangan depan, kiri-kanan
d. Otak kecil bagian bawah, di akhir tengkorak belakang bagian bawah
e. Leher depan, di bagian tenggorokan
f. Hepar, hati kiri, posisi di ulu hati, lekukan tulang iga tengah
2 Sepanjang tulang belakang, kecuali bagian bawah servikal dan bagian atas torakal atau bagian bawah lumbar dan tulang ekor
3 Tempurung lutut (patella), belakang dan sampingnya
4 Tepat di sendi-sendi tulang besar
5 Tepat di lipatan-lipatan tubuh; seperti ketiak, selangkangan, siku dalam, dll
6 Lubang-lubang alami atau terlalu dekat dengannya; seperti lubang hidung, mata, telinga, putting, pusar, dubur, dll
7 Tepat di tempat sakit; seperti varieces, tumor, kanker, kista, bisul, asam urat stadium tinggi, bagian yang terkena cacar air
8 Luka/ inveksi baru atau titik bekam yang sama kecuali telah berlalu 1 bulan
9 Bagian tubuh yang sensitive dan banyak syaraf yang lembut; seperti di pergelangan tanga bagian dalam
10 Perut wanita hamil, terutama kandungan usia muda
9 titik hijamah bersumber dari Nabi SAW
Selebihnya merupakan Ijtihad (berdasarkan analisa anatomi patologi)
Titik Non-Permanent;
Titik-titik kanker, asam urat, bisul, benjolan, nyeri otot, koreng, gigitan binatang berbisa, penyumbatan pembuluh darah, dll
TITIK-TITIK LARANGAN UNTUK DI HIJAMAH
1 Pusat kelenjar limfe atau getah bening (nodi lymphatici) (6 tempat)
a. Nodi lymphatici cervicales, di leher samping bawah telinga, kanan-kiri
b. Nodi lymphatici axillares, di ketiak, kanan-kiri
c. Nodi lymphatici inguinales, di selangkangan depan, kiri-kanan
d. Otak kecil bagian bawah, di akhir tengkorak belakang bagian bawah
e. Leher depan, di bagian tenggorokan
f. Hepar, hati kiri, posisi di ulu hati, lekukan tulang iga tengah
2 Sepanjang tulang belakang, kecuali bagian bawah servikal dan bagian atas torakal atau bagian bawah lumbar dan tulang ekor
3 Tempurung lutut (patella), belakang dan sampingnya
4 Tepat di sendi-sendi tulang besar
5 Tepat di lipatan-lipatan tubuh; seperti ketiak, selangkangan, siku dalam, dll
6 Lubang-lubang alami atau terlalu dekat dengannya; seperti lubang hidung, mata, telinga, putting, pusar, dubur, dll
7 Tepat di tempat sakit; seperti varieces, tumor, kanker, kista, bisul, asam urat stadium tinggi, bagian yang terkena cacar air
8 Luka/ inveksi baru atau titik bekam yang sama kecuali telah berlalu 1 bulan
9 Bagian tubuh yang sensitive dan banyak syaraf yang lembut; seperti di pergelangan tanga bagian dalam
10 Perut wanita hamil, terutama kandungan usia muda
INSTRUMENTARIUM (ALAT-ALAT) HIJAMAH
Standart Medis, Steril dan Hiegenis
1 – Cupping/ kop
2 – Surgigal Blade/ Pisau bedah/ Bisturi (No 11 atau 15)
3 – Handle untuk Surgiggal Balde
4 – Pean Penjepit
5 – Gunting Stenless
6 – Lancing (Lancet) jarum untuk titik tertentu
7 – Handglove (sarung tangan)
8 – Face masker
9 – Kassa Steril
10 – Kapas Hidrofil
11 – Minyak Habbatussauda
12 – Antiseptik
13 – Alkohol 70%
14 – Plastik Sampah
15 – Nampan untuk Kop kotor
16 – Celemek dari bahan parasut
17 – Hydrogen Peroxide (H2O2)
18 – Natrium Hypocloride (NaOCL)
19 – Tensimeter
20 - Stetoscope
21 – Glukometer
22 – Pengukur Asam Urat & Kolesterol
23 – Headlamp atau Lampu UV
24 – Rak Klinis
25 – Dry Sterilizing Electric
26 – Tempat Tidur Klinis dan Kursi
1 – Cupping/ kop
2 – Surgigal Blade/ Pisau bedah/ Bisturi (No 11 atau 15)
3 – Handle untuk Surgiggal Balde
4 – Pean Penjepit
5 – Gunting Stenless
6 – Lancing (Lancet) jarum untuk titik tertentu
7 – Handglove (sarung tangan)
8 – Face masker
9 – Kassa Steril
10 – Kapas Hidrofil
11 – Minyak Habbatussauda
12 – Antiseptik
13 – Alkohol 70%
14 – Plastik Sampah
15 – Nampan untuk Kop kotor
16 – Celemek dari bahan parasut
17 – Hydrogen Peroxide (H2O2)
18 – Natrium Hypocloride (NaOCL)
19 – Tensimeter
20 - Stetoscope
21 – Glukometer
22 – Pengukur Asam Urat & Kolesterol
23 – Headlamp atau Lampu UV
24 – Rak Klinis
25 – Dry Sterilizing Electric
26 – Tempat Tidur Klinis dan Kursi
BEBERAPA PENYAKIT YANG BISA DISEMBUHKAN DENGAN HIJAMAH
Berdasarkan penelitian ilmiah dan praktek langsung :
Sakit kepala secara umum, migraen, vertigo
Lumpuh ½ atau keseluruhan anggota badan (hemiplegia)
Pendarahan pada otak
Encok pada pangkal paha/pinggul (sciatica)
Sakit gigi, gusi, THT, jerawat dll
Varieces
Reumatik, asam urat, dll
Wasir, ambeien, sembelit, susah buang air kecil dll
Gangguan pada saluran dan kantong kemih
Kaki gajah (Elephantiasis)
Terlambat/ nyeri atau haid tidak teratur
Tumor, kanker dan peradangan lainnya
Sesak nafas/ asma, paru-paru
Dada berdebar-debar,
Berbagai gangguan mata
Lever dan limpa
Bisul, benjolan di lengan atau kaki
Gagal ginjal
Impotensi dan kesuburan
Penyumbatan pembuluh darah
HB Rendah
Demam berdarah dengue (DBD)
Parkinson
Hipertensi
Kolesterol tinggi
Leukemia /kanker darah
Dan lain-lain dengan ijin Allah
Sakit kepala secara umum, migraen, vertigo
Lumpuh ½ atau keseluruhan anggota badan (hemiplegia)
Pendarahan pada otak
Encok pada pangkal paha/pinggul (sciatica)
Sakit gigi, gusi, THT, jerawat dll
Varieces
Reumatik, asam urat, dll
Wasir, ambeien, sembelit, susah buang air kecil dll
Gangguan pada saluran dan kantong kemih
Kaki gajah (Elephantiasis)
Terlambat/ nyeri atau haid tidak teratur
Tumor, kanker dan peradangan lainnya
Sesak nafas/ asma, paru-paru
Dada berdebar-debar,
Berbagai gangguan mata
Lever dan limpa
Bisul, benjolan di lengan atau kaki
Gagal ginjal
Impotensi dan kesuburan
Penyumbatan pembuluh darah
HB Rendah
Demam berdarah dengue (DBD)
Parkinson
Hipertensi
Kolesterol tinggi
Leukemia /kanker darah
Dan lain-lain dengan ijin Allah
Hijamah / Bekam
HIJAMAH (BEKAM)
PENGERTIAN
Secara bahasa : al-hijamah artinya profesi tukang bekam
Berasal dari akar kata: Hajama-Yahjumu-hajma
Yang artinya: mencegah, menyedot, memalingkan, memagut, mematuk, menjauhkan
Secara istilah : al-hijamah artinya mengeluarkan darah kotor/ toksin (racun)/ darah tidak normal/satbil atau sesuatu yang tidak dikehendaki keberadaannya dalam tubuh, melalui permukaan kulit yang disayat tipis (syarthoh)
Apabila darah kotor tidak segera dikeluarkan, hal ini akan mengganggu kesehatan, baik fisik maupun mental sehingga seseorang akan merasa berat, malas, mudak capek, mudah mengantuk, mudah marah/emosi, dll
MACAMNYA
Ada 2 :
1. Bekam Kering : hanya mengeluarkan angin, tanpa darah
2. Bekam Basah : mengeluarkan darah (inilah yang dikenal Rasulullah)
URGENSI BEKAM/ AL-HIJAMAH
Pengobatan dan penyembuhan dengan al hijamah/ bekam telah dikenal di berbagai bangsa di dunia. Mulai dari Mesir kuno, Yunani Kuno sampai di masa jahiliyyah bangsa Arab. Kemudian Rasulullah saw mengakui dan menetapkannya bagi kaumnya, pasca diwasiatinya beliau saat Isro’ Mi’roj oleh Malaikat.
“Tidaklah aku berjalan melewati segolongan Malaikat pada malam aku di-Isro’-kan, melainkan mereka semua berkata, “Wahai Muhammad, engkau harus berbekam.” (Shahih Sunan Ibni Majah)
Diriwayat yang lain disebutkan,
‘Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam.’ (Shahih Sunan At Tirmidzi)
Bekam-pun akhirnya di-amal-kan oleh Rasulullah saw dan para shahabat beliau, bahkan oleh ummatnya di jaman sekarang.
Dari Jabir al-Mugni ra, dia bercerita, “Aku tidak akan merasa sehat sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan.” (Shahih Ibni Hibban)
KEUTAMAAN AL HIJAMAH
1. Pokok Kesembuhan
“Dari Ibnu Abbas ra, dari Rasulullah saw beliau bersabda; “Kesembuhan itu ada dalam 3 hal: minum madu, sayatan alat bekam atau sundutan dengan api (kayy). Namun aku melarang (tidak suka) ummatku melakukan sundutan.” [Shahih Bukhary]
2. Sebaik-baik Pengobatan
“Sesungguhnya cara pengobatan yang paling baik/ ideal yang kalian pergunakan adalah al-hijamah(bekam).” [Shahih, Bukhary-Muslim]
Beliau bersabda;
“Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al-hijamah.” [Ash-Shahihah]
Beliau juga pernah bersabda:
“Kalaulah dalam sesuatu dari apa yang kalian pergunakan untuk berobat adalah baik, maka hal itu adalah al-hijamah.” [Shahih Sunan Abi Dawud]
3. Paling Bermanfaat
Rasulullah saw bersabda; “Aku diberitahu Jibril bahwa hijamah/bekam adalah cara pengobatan yang paling bermanfaat untuk manusia.” [Shahihul Jami’]
4. Wasiat Para Malaikat
Tatkala Rasulullah saw di Isra’ kan, beliau diwasiati para Malaikat untuk berbekam. Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersabda;
“Tidaklah aku berjalan melewati segolongan Malaikat pada malam aku di-Isro’-kan, melainkan mereka semua berkata, “Wahai Muhammad, engkau harus berbekam.” (Shahih Sunan Ibni Majah)
Diriwayat yang lain disebutkan,
‘Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam.’ (Shahih Sunan At Tirmidzi)
WAKTU UTAMA MELAKUKAN HIJAMAH/BEKAM
Siklus JAM : 1-2 jam setelah makan.
Siklus HARI : Setelah siang, tatkala matahari meninggi
Siklus MINGGU : Senin, selasa dan kamis.
Siklus BULAN : Setiap tanggal 17, 19 dan 21 bulan Qomariyah.
Dari Ibnu Umar ra, dia berkata Rasulullah saw bersabda;
“Hijamah sebelum makan pagi adalah paling ideal. Hijamah itu dapat menambah kecerdasan akal, menambah kekuatan hafalan, menambah hafalan orang yang menghafal. Siapa yang hendak melakukan pengobatan dengan hijamah, hendaklah ia melakukannya pada hari kamis atas nama Allah. Hindarilah hijamah pada hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Lakukan hijamah pada hari Senin dan Selasa. Hindari hijamah pada hari Rabu. Karena itu merupakan hari ketika Ayyub ditimpa bala’. Penyakit lepra dan kusta tidak muncul melainkan pada hari Rabu atau pada malam Rabu.” [Shahih Sunan Ibnu Majah]
Dari Abdullah bin Mas’ud ra, dia berkata Rasulullah saw bersabda;
“Waktu yang paling baik bagi kalian untuk melakukan hijamah ialah pada tanggal 17, 19 dan 21 (dari bulan Qamariyah).” [Shahih Sunan At-Tarmidzi]
PERTANYAAN ..??
Bagaimana jika hari kurang baik untuk hijamah (Rabu, Jum’at, Sabtu atau Ahad) bertepatan dengan tanggal yang baik (Tgl 17, 19 atau21) ..??
JAWABAN ..!!
Hari baik untuk hijamah, merupakan waktu AFDHALIYYAH, bukan dimaksudkan kepada masalah hukum haram, makruh, sunnah atau mubah.
Al-Khalal berkata, “Aku diberitahu Ishmah bin Isham, dia berkata, aku diberitahu Hambal, dia berkata; “Abu Abdullah, Ahmad bin Hambal biasa melakukan hijamah kapanpun ketika darah tidak normal dan kapanpun waktunya.” [Ath-Thibb An-Nabawy, Ibnu Qayyim Al-Jauzayah]
PENGERTIAN
Secara bahasa : al-hijamah artinya profesi tukang bekam
Berasal dari akar kata: Hajama-Yahjumu-hajma
Yang artinya: mencegah, menyedot, memalingkan, memagut, mematuk, menjauhkan
Secara istilah : al-hijamah artinya mengeluarkan darah kotor/ toksin (racun)/ darah tidak normal/satbil atau sesuatu yang tidak dikehendaki keberadaannya dalam tubuh, melalui permukaan kulit yang disayat tipis (syarthoh)
Apabila darah kotor tidak segera dikeluarkan, hal ini akan mengganggu kesehatan, baik fisik maupun mental sehingga seseorang akan merasa berat, malas, mudak capek, mudah mengantuk, mudah marah/emosi, dll
MACAMNYA
Ada 2 :
1. Bekam Kering : hanya mengeluarkan angin, tanpa darah
2. Bekam Basah : mengeluarkan darah (inilah yang dikenal Rasulullah)
URGENSI BEKAM/ AL-HIJAMAH
Pengobatan dan penyembuhan dengan al hijamah/ bekam telah dikenal di berbagai bangsa di dunia. Mulai dari Mesir kuno, Yunani Kuno sampai di masa jahiliyyah bangsa Arab. Kemudian Rasulullah saw mengakui dan menetapkannya bagi kaumnya, pasca diwasiatinya beliau saat Isro’ Mi’roj oleh Malaikat.
“Tidaklah aku berjalan melewati segolongan Malaikat pada malam aku di-Isro’-kan, melainkan mereka semua berkata, “Wahai Muhammad, engkau harus berbekam.” (Shahih Sunan Ibni Majah)
Diriwayat yang lain disebutkan,
‘Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam.’ (Shahih Sunan At Tirmidzi)
Bekam-pun akhirnya di-amal-kan oleh Rasulullah saw dan para shahabat beliau, bahkan oleh ummatnya di jaman sekarang.
Dari Jabir al-Mugni ra, dia bercerita, “Aku tidak akan merasa sehat sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan.” (Shahih Ibni Hibban)
KEUTAMAAN AL HIJAMAH
1. Pokok Kesembuhan
“Dari Ibnu Abbas ra, dari Rasulullah saw beliau bersabda; “Kesembuhan itu ada dalam 3 hal: minum madu, sayatan alat bekam atau sundutan dengan api (kayy). Namun aku melarang (tidak suka) ummatku melakukan sundutan.” [Shahih Bukhary]
2. Sebaik-baik Pengobatan
“Sesungguhnya cara pengobatan yang paling baik/ ideal yang kalian pergunakan adalah al-hijamah(bekam).” [Shahih, Bukhary-Muslim]
Beliau bersabda;
“Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al-hijamah.” [Ash-Shahihah]
Beliau juga pernah bersabda:
“Kalaulah dalam sesuatu dari apa yang kalian pergunakan untuk berobat adalah baik, maka hal itu adalah al-hijamah.” [Shahih Sunan Abi Dawud]
3. Paling Bermanfaat
Rasulullah saw bersabda; “Aku diberitahu Jibril bahwa hijamah/bekam adalah cara pengobatan yang paling bermanfaat untuk manusia.” [Shahihul Jami’]
4. Wasiat Para Malaikat
Tatkala Rasulullah saw di Isra’ kan, beliau diwasiati para Malaikat untuk berbekam. Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersabda;
“Tidaklah aku berjalan melewati segolongan Malaikat pada malam aku di-Isro’-kan, melainkan mereka semua berkata, “Wahai Muhammad, engkau harus berbekam.” (Shahih Sunan Ibni Majah)
Diriwayat yang lain disebutkan,
‘Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam.’ (Shahih Sunan At Tirmidzi)
WAKTU UTAMA MELAKUKAN HIJAMAH/BEKAM
Siklus JAM : 1-2 jam setelah makan.
Siklus HARI : Setelah siang, tatkala matahari meninggi
Siklus MINGGU : Senin, selasa dan kamis.
Siklus BULAN : Setiap tanggal 17, 19 dan 21 bulan Qomariyah.
Dari Ibnu Umar ra, dia berkata Rasulullah saw bersabda;
“Hijamah sebelum makan pagi adalah paling ideal. Hijamah itu dapat menambah kecerdasan akal, menambah kekuatan hafalan, menambah hafalan orang yang menghafal. Siapa yang hendak melakukan pengobatan dengan hijamah, hendaklah ia melakukannya pada hari kamis atas nama Allah. Hindarilah hijamah pada hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Lakukan hijamah pada hari Senin dan Selasa. Hindari hijamah pada hari Rabu. Karena itu merupakan hari ketika Ayyub ditimpa bala’. Penyakit lepra dan kusta tidak muncul melainkan pada hari Rabu atau pada malam Rabu.” [Shahih Sunan Ibnu Majah]
Dari Abdullah bin Mas’ud ra, dia berkata Rasulullah saw bersabda;
“Waktu yang paling baik bagi kalian untuk melakukan hijamah ialah pada tanggal 17, 19 dan 21 (dari bulan Qamariyah).” [Shahih Sunan At-Tarmidzi]
PERTANYAAN ..??
Bagaimana jika hari kurang baik untuk hijamah (Rabu, Jum’at, Sabtu atau Ahad) bertepatan dengan tanggal yang baik (Tgl 17, 19 atau21) ..??
JAWABAN ..!!
Hari baik untuk hijamah, merupakan waktu AFDHALIYYAH, bukan dimaksudkan kepada masalah hukum haram, makruh, sunnah atau mubah.
Al-Khalal berkata, “Aku diberitahu Ishmah bin Isham, dia berkata, aku diberitahu Hambal, dia berkata; “Abu Abdullah, Ahmad bin Hambal biasa melakukan hijamah kapanpun ketika darah tidak normal dan kapanpun waktunya.” [Ath-Thibb An-Nabawy, Ibnu Qayyim Al-Jauzayah]
TIBBHUN NABAWY
Ada 4 macam Terapi Thibbun Nabawy :
1. Terapi Ruhiyah Ilahiyah: Ruqyah, Ibadah, Tilawah, dll
2. Terapi Praktek Praktis : Bekam, Fashdu, Kayy, dll
3. Terapi Obat-obatan : Herbal, makanan-minuman yang direkomendasi
4. Terapi Kombinasi ke3 nya
1. Terapi Ruhiyah Ilahiyah: Ruqyah, Ibadah, Tilawah, dll
2. Terapi Praktek Praktis : Bekam, Fashdu, Kayy, dll
3. Terapi Obat-obatan : Herbal, makanan-minuman yang direkomendasi
4. Terapi Kombinasi ke3 nya
Langganan:
Postingan (Atom)